Jumat, 07 Januari 2011

Beranda » Emosi Cerdas, Karier Sehat

Emosi Cerdas, Karier Sehat

Kesuksesan seseorang dalam berkarier tak hanya ditentukan oleh produktivitas, kreativitas, dan daya kerjanya yang tangguh. Sukses tersebut juga sangat ditentukan oleh kecerdasan emosinya, atau kerap disebut EQ (Emotional Quatation).

Kecerdasan emosi berkaitan dengan kemampuan mengungkapkan perasaan, kesadaran serta pemahaman tentang emosi dan kemampuan untuk mengatur dan mengendalikannya.

Bagaimana caranya mendapatkan kecerdasan emosional, berikut cara yang bisa ditempuh.


** 1. Bagaimana reaksi Anda dalam menilai seseorang? Apakah anda membuat penilaian dengan cepat, penuh dugaan streotipe, atau berhati-hati? Saat Anda hendak menilai seseorang, cobalah tempatkan diri Anda di posisi orang yang akan Anda nilai dan bagaimana perasaannya dengan penilaian Anda. Maka cobalah untuk lebih berpikiran terbuka dan dengarkan orang tersebut sebelum Anda membuat penilaian tentang dirinya.

** 2. Bagaimana cara Anda berinteraksi di lingkungan kerja? Apakah Anda selalu ingin jadi pusat perhatian? Sadarilah bahwa ada orang lain yang juga ingin tampil di lingkungan kerja. Karena itu, beri kesempatan pada mereka, maka mereka akan senang bekerja sama dengan Anda.

** 3. Bagaimana reaksi Anda terhadap stres? Apakah Anda selalu marah setiap ada kejadian yang tak sesuai dengan harapan Anda? Coba kendalikan diri Anda dan fokus pada penyelesaian masalahnya.

** 4. Apakah Anda orang yang bertanggung jawab? Orang yang cerdas emosinya ialah orang yang selalu bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya. Jika Anda menyakiti seseorang, maka mintalah maaf. Hargai orang lain. Bisa saja ada orang yang tidak suka jika Anda bertanggung jawab tapi mereka akan menghargai Anda sebagai orang yang baik.

** 5. Bagaimana efek tindakan Anda terhadap orang lain? Perhatikan bagaimana efek tindakan Anda terhadap rekan-rekan di sekeliling Anda. Jika tindakan Anda berakibat buruk pada orang lain, maka Anda sebaiknya menolong mereka untuk melewati masa-masa buruk tersebut.

** 6. Belajar dari orang lain Jangan malas untuk belajar dari orang lain karena orang lain biasanya memiliki cara pandang yang berbeda dengan orang lainnya. Dengan memahami cara pandang orang lain, Anda akan mudah berempati dan toleran terhadap orang lain.

www.orde-baru.blogspot.com